Agen Berita Parepare – Kekecewaan warga Perumahan Bukit Indah, Kota Parepare, memuncak akibat kondisi jalan lingkungan yang rusak parah dan tak kunjung diperbaiki. Sebagai bentuk protes, warga memilih cara unik sekaligus menyentil: menanam pohon pisang di tengah jalan berlubang, yang ironisnya berada tak jauh dari rumah salah seorang anggota DPRD Parepare.
Aksi ini sontak menarik perhatian warga sekitar dan pengguna jalan, sekaligus menjadi simbol kritik keras terhadap lambannya respons pemerintah daerah.
Jalan Rusak Bertahun-tahun Tak Tersentuh Perbaikan
Warga menyebut kondisi jalan di kawasan Bukit Indah sudah lama mengalami kerusakan. Aspal terkelupas, lubang menganga, dan genangan air kerap muncul saat hujan turun. Kerusakan tersebut dinilai membahayakan pengendara, terutama pengendara sepeda motor dan anak-anak.
Meski telah berulang kali disampaikan kepada pihak terkait, warga mengaku belum melihat adanya perbaikan nyata hingga saat ini.
Pohon Pisang Jadi Simbol Protes
Penanaman pohon pisang di tengah jalan rusak dilakukan sebagai bentuk protes spontan warga. Menurut mereka, cara tersebut dipilih agar kondisi jalan yang rusak dapat terlihat jelas dan tidak terus diabaikan.
Selain sebagai penanda bahaya bagi pengendara, pohon pisang juga dimaknai sebagai sindiran bahwa jalan tersebut lebih mirip lahan kebun dibandingkan fasilitas umum.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260114-Jalan-Rusak-di-Parepare.jpg)
Baca juga: Viral Event Baku Tumbuk di Parepare, Pemuda Saling Undang Adu Jotos
Dekat Rumah Anggota DPRD, Warga Heran Tak Ada Perhatian
Aksi ini semakin menyita perhatian publik karena lokasi jalan rusak tersebut berada tidak jauh dari rumah seorang anggota DPRD Kota Parepare. Warga mengaku heran mengapa kondisi jalan di sekitar lingkungan itu luput dari perhatian, padahal wakil rakyat tinggal di kawasan yang sama.
Warga berharap, keberadaan wakil rakyat di lingkungan tersebut bisa menjadi jembatan aspirasi agar perbaikan jalan segera direalisasikan.
Ancaman Keselamatan Pengguna Jalan
Kerusakan jalan di Bukit Indah tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga mengancam keselamatan. Warga menyebut beberapa pengendara pernah terjatuh akibat menghindari lubang jalan, terutama saat malam hari atau ketika hujan menutupi lubang dengan genangan air.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi kecelakaan yang lebih serius jika tidak segera ditangani.
Warga Sudah Sampaikan Keluhan Berulang Kali
Menurut pengakuan warga, keluhan terkait jalan rusak telah disampaikan melalui berbagai cara, mulai dari laporan langsung ke kelurahan hingga penyampaian aspirasi kepada perwakilan pemerintah. Namun, hingga kini belum ada kejelasan kapan perbaikan akan dilakukan.
Kondisi tersebut membuat warga merasa aspirasinya kurang mendapat perhatian.
Harapan Perbaikan Segera
Melalui aksi tanam pisang ini, warga berharap pemerintah kota dan pihak terkait segera turun tangan memperbaiki jalan rusak. Mereka menegaskan bahwa aksi tersebut bukan bertujuan merusak fasilitas, melainkan bentuk keprihatinan dan desakan agar ada tindakan nyata.
Warga juga berharap wakil rakyat yang tinggal di sekitar lokasi dapat ikut memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Respons Pemerintah Dinanti
Hingga aksi tanam pisang dilakukan, warga masih menunggu respons resmi dari Pemerintah Kota Parepare maupun anggota DPRD terkait. Masyarakat berharap kejadian ini menjadi perhatian serius agar tidak terulang di wilayah lain.
Perbaikan infrastruktur dasar dinilai sebagai kebutuhan mendesak yang berdampak langsung pada aktivitas dan keselamatan warga.
Cerminan Aspirasi Warga Kota
Aksi tanam pisang di jalan rusak bukan pertama kali terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Fenomena ini mencerminkan keresahan masyarakat terhadap kondisi infrastruktur yang rusak dan lambannya penanganan.
Bagi warga Bukit Indah Parepare, aksi ini menjadi cara terakhir untuk menyuarakan aspirasi mereka agar didengar dan ditindaklanjuti.
Pesan untuk Pemerintah dan Wakil Rakyat
Warga berharap kejadian ini menjadi pengingat bagi pemerintah dan wakil rakyat bahwa kehadiran mereka sangat dinantikan masyarakat, terutama dalam menyelesaikan persoalan dasar seperti infrastruktur jalan.
Perbaikan jalan yang layak bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga menyangkut keselamatan dan kualitas hidup warga Kota Parepare.





