Wawasan Parepare – Insiden penikaman menggemparkan warga Kota Parepare setelah seorang pelayan kafe menjadi korban penikaman oleh seorang pengunjung yang diketahui merupakan penggemar mantan pesepak bola dunia, Ronaldo Nazario. Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh rasa kesal pelaku karena merasa ditatap sinis oleh korban.
Kejadian ini berlangsung di salah satu kafe di Parepare dan langsung menarik perhatian pengunjung serta warga sekitar.
Kronologi Kejadian di Dalam Kafe
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, pelaku awalnya datang ke kafe dan berinteraksi seperti pengunjung pada umumnya. Namun suasana berubah tegang ketika pelaku merasa tersinggung karena menganggap korban, yang bekerja sebagai pelayan kafe, memandangnya dengan tatapan sinis.
Cekcok verbal sempat terjadi sebelum pelaku secara tiba-tiba mengeluarkan senjata tajam dan melakukan penikaman terhadap korban.
“Awalnya hanya adu mulut, tapi pelaku tiba-tiba menyerang korban,” ujar salah satu saksi mata.
Korban Alami Luka dan Dilarikan ke Rumah Sakit
Akibat penikaman tersebut, korban mengalami luka dan langsung mendapatkan pertolongan dari pengunjung dan rekan kerja. Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Pihak rumah sakit menyatakan korban masih dalam penanganan intensif, sementara kondisinya dilaporkan stabil.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2025-12-15-Pelaku-penikaman-berinisial-DA-16-saat-digiring-Resmob-Polres-Parepare.jpg)
Baca juga: 3.183 Penumpang Tiba di Pelabuhan Parepare Jelang Libur Natal dan Tahun Baru
Pelaku Diamankan Polisi
Tak lama setelah kejadian, aparat kepolisian dari Polres Parepare tiba di lokasi dan mengamankan pelaku. Senjata tajam yang digunakan dalam aksi penikaman turut disita sebagai barang bukti.
Pelaku langsung dibawa ke Mapolres Parepare untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Kami telah mengamankan pelaku dan masih mendalami motif serta kronologi kejadian,” ujar petugas kepolisian.
Motif Kesal karena Tatapan
Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku mengaku melakukan penikaman karena emosi dan tersinggung. Pelaku merasa korban memandangnya dengan tatapan yang dianggap merendahkan, sehingga memicu amarah yang berujung tindakan kekerasan.
Polisi menegaskan bahwa motif tersebut masih akan didalami lebih lanjut, termasuk kondisi psikologis pelaku saat kejadian.
Riuh Pengunjung dan Kepanikan
Peristiwa penikaman tersebut sempat menimbulkan kepanikan di dalam kafe. Sejumlah pengunjung berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri, sementara sebagian lainnya berusaha menolong korban.
Pengelola kafe langsung menutup sementara operasional usai kejadian guna memudahkan proses penyelidikan.
Proses Hukum Berjalan
Polisi memastikan pelaku akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Pelaku terancam dijerat dengan pasal tindak pidana penganiayaan berat menggunakan senjata tajam.
“Kami akan menindak tegas pelaku kekerasan yang mengancam keselamatan masyarakat,” tegas pihak kepolisian.
Imbauan Jaga Emosi dan Keamanan Publik
Kepolisian mengimbau masyarakat untuk mengendalikan emosi dan menyelesaikan permasalahan dengan cara yang baik dan bermartabat. Tindakan kekerasan, sekecil apa pun pemicunya, dinilai tidak dapat dibenarkan.
Pihak kepolisian juga meminta pengelola tempat umum untuk meningkatkan pengawasan demi menjaga keamanan pengunjung dan pekerja.
Keprihatinan Warga
Kejadian ini menuai keprihatinan warga Parepare. Banyak pihak menilai tindakan kekerasan di ruang publik sangat meresahkan dan berharap aparat dapat memberikan efek jera kepada pelaku.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya menjaga sikap dan emosi dalam kehidupan bermasyarakat agar tidak berujung pada tindakan kriminal.


